Autisme
Autisme adalah suatu keadaan dimana seorang anak
berbuat semaunya sendiri baik cara berpikir maupun berperilaku (dr. FAISAL YATIM DTM&H,
MPH). Keadaan ini mulai terjadi
sejak usia msih muda, biasanya sekitar usia 2-3 tahun dan bisa mengenai siapa
saja, baik yg sosio-ekonomi mapan maupun kurang, anak atau dewasa, dan semua
etnis. Kata
Autisme berasal dari bahasa yunani, Autos yang berarti “self”. Istilah ini digunakan pertama kali pada
tahun 1906 oleh psikiater Swiss, Eugen Bleuler, untuk mrujuk pada gaya berpikir
yang aneh pada penderita skizofrenia (autisme adalah salah satu dari “empat A”
Bleuler). Cara berpikir autistik adalah
kecenderungan untuk memandang diri sendiri sebagai pusat dari dunia, percaya
bahwa kejadian2 eksternal mengacu pada diri sendiri.
Pada tahun 1943, psikiater lain, Leo Kanner, menerapkan
diagnosis “autisme infantil awal” kepada sekelompok anak yg terganggu yg
tampaknya tidak dapat berhubungan dengan orang lain, seolah2 mereka hidup dalam
dunianya sendiri. Berbeda dari anak2 dengan retardasi mental, anak2 ini
tampaknya menutup diri dari setiap msukan dunia luar, menciptakan semacam
“kesendirian autistik” (Kanner, 1943). Autisme bukan satu gejala penyakit tetapi
berupa sindroma (kumpulan gejala) dimana terjadi penyimpangan perkembangan
sosial, kemmpuan berbahasa dan kepedulian terhadap sekitar, sehingga anak
autisme seperti hidup dalam dunianya sendiri. Autisme tidak termasuk golongan penyakit tetapi suatu kumpulan gejala
kelainan perilaku dan kemajuan perkembangan. Dengan kata lain, pada anak
autisme terjadi kelainan emosi, intelektual dan kemauan (gangguan pervasif).
Karateristik Diagnostik dari Gangguan Autistik
¢
Hendaya interaksi sosial
1. hendaya pada perilaku
nonverbal seperti ekspresi wajah, postur tubuh, gestur, dan kontak mata yang
biasanya megatur interaksi sosial.
2.
tidak
mengembangkan hubungan teman sebaya yang sesuai dengan usianya.
3.
kegagalan dalam berbagi kegembiraan dengan orang
lain.
4.
tidak mnunjukkan reaksi sosial dan emosional
timbal balik (memberi dan menerima)
¢
Hendaya komunikasi
1.
Perkembangan bahasa verbal (juga tidak ada usaha untuk mengatasi kekurangan
ini melalui isyarat).
2.
Bila perkembangan bahasa adekuat, kurangnya kemampuan utk memulai &
mempertahankan percakapan tetap tampak.
3.
Menunjukkan abnormalitas pada bentuk atau isi bahasa ( misalnya, bahasa
sterotipe atau repetitif (berulang), seperti pada ekolalia; penggunaan kata2 yg
tidak lazim; bicara tentang diri sendiri dengan menggunakan kata ganti org ke2
atau ke3 menggunakan “kamu” atau “dia” yang artinya “saya”).
4.
Tidak memperlihatkan kemampuan bermain sosial
spontan atau imajinatif (bermain pura-pura)
¢
Pola perilaku yang terbatas, repetitif, dan
stereotip
1.
Menunjukkan minat yang terbatas.
2.
Memaksakan rutinitas ( misalnya selalu menggunakan rute yang sama utk
bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya).
3.
Menunjukkan gerakan2 stereotip (misalnya
menjentikkan jari2, membenturkan kepala, berayun kedepan dan belakang,
berputar).
4.
Menunjukkan fokus yang berlebihan pada bagian2 objek (misalnya memutar roda
mobil-mobilan secara berulang2) atau kelekatan yang tidak biasa terhadap objek2
(seperti membawa-bawa seutas tali).
Kemunculannya (onsetnya) terjadi sebelum usia 3 th
yg tampak dri fungsi yg abnormal pada paling tidak satu dari hal2 berikut ini,
yaitu perilaku sosial, komunikasi, dan bermai imajinatif. Penyebab terjadinya autisme belum diketahui dengan
pasti, tetapi diduga berhubungan dengan abnormalitas otak.
Hoffmann & Prior (1982)
berasumsi bahwa penyebab tidak adanya jarak-”lemari es emosional” yang kurang
memiliki kemampuan untuk menciptakan hubungan yang hangat dengan anak2 mereka
tidak berasal dari penelitian. Anak2 autistik memang tidak memiliki hubungan yang
cukup baik dengan orang tua mereka, tetapi hubungan sebab akibatnya masih
diraguka. Penolakan orang tua tidak menyebabkan autisme, tetapi orang tua dapat
berubah menjadi mengambil jarak karena uaha2 mereka untuk berhubungan dengan
anak berkali-kali gagal. Jadi sikap menjauh merupakan akibat dari autisme,
bukan penyebab.
- Teori yang menyatakan bahwa gangguan autistik disebabkan oleh faktor biologis didukung oleh bukti bukti yang menekankan pola-pola pewarisan familial (santangelo & tsatsanis, 2005)
- abnormalitas berada pada sirkuit saraf pada individu dengan gangguan autis sangat jarang menatap mata orang lain saat berkomunikasi (dalton dkk,2005)
Penjelasan psikologis terdahulu
mengenai gangguan autistik memfokuskan diri pada proses psikodinamika sebagai
akar gangguan pada kelekatan anak ke orang tuanya (bettelheim, 1967; kanner, 1943).

Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances